Efek Gadged Untuk Masa Depan

2 min read

Banjarnegara(26/06) siapa yang tak mengenal gadget di era sekarang ini, hampir semua pasti mengetahui terutama remaja, orang dewasa, bahkan anak-anak kecil.

Ponsel berat yang berbobot serta panjang mulai ramai beredar di tahun 1985 lalu terus berkembang di Indonesia

Hingga 4 turunan generasi dan berubah menjadi tipis dan ringan tak seperti nenek moyang ponsel kala itu lagi.

Tentu teknologi yang bersemayam dibalik otak ponsel atau gadget terpendam sebuah kemajuan.

Amat bermanfat memang tanpa dijabarkan berulang-ulang pun pasti sudah paham betul.

Lalu bagaimana dengan efek negatifnya?

Ya tentu saja bukan efek seperti kecanduan, atau penyebab menggunakan kacamata.

Namun ternyata tak hanya itu baik efek positif maupun negatif dapat berefek dalam tahun yang lebih mengenyam berbagai kecanggihan nanti di sepuluh tahun kemudian alias masa depan.

Ambil dari contoh para anak-anak kecil yang sekarang sudah disediakan gadget oleh orang tuanya

Mereka seenaknya bermain game, awalnya mereka menurut dengan batasan waktu.

Namun seiring waktu berjalan anak-anak itu mulai terus mengingat berlangsungnya jalannya game

Saat makan imajinasinya memutar bagaimana ia mendapat koin banyak. Saat mandi ia berpikir akan cara memindah balok dengan tepat.

Mungkin saat tertidur yang diimpikan adalah dirinya telah menyelesaikan misi dan naik level.

Lama-lama ia tak mau besusah payah memikirkan perkalian, lalu ia akan lambat jika dipanggil orang tuanya, lalu menghadiahkan tagihan fitur yang dibelinya dalam sebuah game.

Nyeri yang dirasapun tak ia pedulikan  ia akan menutup telinga yang sebenarnya mendengar.

Payahnya lagi sistem sarafnya akan lepas kendali dan mereka akan mendapat perawatan intensif serta terapi.

Mungkin sebagian dari mereka selepas sembuh, namun ternyata itu berefek  juga untuk kedepannya yang telah jera itu  mungkin akan lebih berhati-hati dalam penggunan gadget.

Kedepannya atau malah dibuat trauma

Karena orang sekitarnya khawatir dan itu malah akan menjadikan anak tersebut takut dan enggan untuk mengenal teknologi yang sejatinya akan sangat digunakan di masa yang akan datang.

Seharusnya tak perlu berlebihan namun lebihkan waktu untuk mengontrol anak jangan sampai terulang kecerobohan kala itu.

Coba saja jika anak-anak itu lepas sembuh dan penuh hati-hati dalam dunia yang mengandalkan teknologi CPU

Dan efeknya anak-anak tersebut akan gagal teknologi dan tak mau berpikiran maju karena mentalnya telah takut,

Alih-alih benar peranan manusia akan diambil alih oleh robot. Lalu beralih pada para remaja yang pula bergantung pada gadget seakan hidupnya ada disana.

Tanpa disadari mereka tak lagi menggunakan hal positif, mereka tak memanfaatkan gadgetnya mereka mungkin nantinya akan cakap dalam perkembangan teknologi baru.

Tapi jika terlalu  berkebiasaan tak menggunakan manfaat dan menyaring perlunya saja apa dimasa akan datang.

Mereka akan menggunakan teknologi canggih sampai melebihi batas manfaat, kebiasaan itu terbangun sejak dini dan tak lekas pudar hingga senja.

Maka lebih bijak dalam penggunaan gadget, dan sudah jelas semua itu berefek pada masa yang akan datang bukan? Huwallahu’alam.

Nah sebeagi persiapan sebagai generasi yang kemungkinan akan berhadapan dengan dunia serba digital hologram maka sudah seharusnya sejak kini mulai keluar dari zona gadget, gunakan seperlunya saja ges. ReEll

Budi Santoso Mobile Developer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *