Arti Teoritis Untuk Remaja Saat Ini

  • 1 min read
  • Agu 26, 2020

Banjarnegara(08/26), tulis-menulis sebuah karya sastra semisal cerpen, novel, puisi dan lain sebagainya memang amat digandrungi para sebagian remaja bahkan dijadikan hobi.

Sangat bermanfaat memang, tak jarang pula banyak remaja yang menemukan bakatnya dalam dunia tulis-menulis karena siapa saja pasti bisa menulis dan bakat atau potensi diri akan ditemukan seiring tak diam ditempat tapi terus mencoba hal baru,

Jadi tak jarang banyak ditemukan remaja yang menekuni dunia penulisan

Permasalahan pertama

Namun ternyata ada pula atau mungkin remaja yang hanya berfokus pada problema yang dialami seorang remaja pada umumnnya seperti perasaan, emosi, asmara dan secuil konflik yang sebenarnya sama, bukankah sudah seharusnya jika ingin menekuni dunia sastra selayaknya sudah memantaskan diri.

Solusi

Banyak penerbit yang mencari karya-karya yang lain untuk dipasarkan dengan tak hanya tema seputar dunia remaja, bukankah dunia remaja tak hanya itu-itu saja.

Oh ayolah sedikit lebih teoritis, ada banyak yang bisa dituliskan oleh seorang remaja, bagaimana soal kaum merjinal? Atau bagaimana dengan ide-ide yang berteoritis, seperti para sastrawan kita, Seno Gumira Adjidarma dan lainnya?

Merekalah yang seharusnya dijadikan panutan dalam penulisan, agar karya tak hanya seputar itu-itu saja! Salah satu contoh dari banyaknya karya teoritis Seno Gumira Adjidarma adalah “Kematian Paman Gober” bagaimana beliau bisa setajam itu dalam dalam menteoritiskan kritikan?

Lalu . . .

Bagaimana cara agar bisa berpikiran Teoritis?

Jawabannya hanya satu, berani untuk mengangkat tema baru yang belum ada dalam pasaran.

Pasti terlintas dipikiran jangan memaksa mengharuskan remaja teoritis dong! ini cara kita sendiri! Ya memang betul adanya seperti itu, disini tak ada unsur menyindir kecuali memang anda sensi.

Pikiran seorang remaja haruslah terbuka luas, jangan sampai hanya terjerat dalam perasaan yang membuat diri terus terperangkap dalam zona nyaman.

Sebagai remaja kita benar-benar harus berpikiran luas, haruskah kita menjadi berbeda? Tentu saja, siapa yang tak mau kreatif!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2021 ‧ UdibaraID ❤ Banjarnegara